Posts

Cari Tahu! Aktivitas Seru untuk Melatih Motorik Halus Anak Usia Dini

Mengamati dan mencatat tiap periode tumbuh kembang anak itu penting sekali. Namun, yang tidak kalah pentingnya juga adalah mengamati perkembangan motorik halus anak.

Meskipun sepertinya sederhana, namun apabila motorik halus anak terasah dengan baik maka akan memberikan dampak baik pula untuk tumbuh kembang selanjutnya. Salah satunya adalah melatih kemampuannya baca, tulis, hitung atau calistung.

Apa hubungan antara stimulasi motorik halus dan calistung?

Jauh sebelum anak mulai belajar membaca, menulis, dan membiasakan untuk duduk tenang di kelas, dia membutuhkan stimulasi yang bisa merangsang kekuatan otot-otot punggung, pergelangan tangan dan juga jari-jarinya.

Dengan otot punggung yang kuat, anak bisa duduk dengan tenang saat di kelas. Mereka tidak akan mudah lelah saat harus duduk menyimak pelajaran di kelas, termasuk bisa memegang buku dengan baik, lalu duduk dan membacanya.

Dengan otot pergelangan tangan dan jari-jari yang kuat pula, anak akan mampu memegang pensil dengan benar. Lalu, pada akhirnya mereka bisa menulis dengan rapi dan baik, serta tidak mudah lelah saat harus mencatat pelajaran.

Apa saja stimulasi motorik halus yang baik untuk anak usia dini?

Di setiap usianya, anak-anak membutuhkan stimulasi motorik halus yang berbeda-beda.

1. Tummy Time

Untuk bayi, posisi tengkurap atau tummy time sangat diperlukan untuk merangsang kekuatan otot punggung dan lehernya.

2. Merangkak

Merangkak juga merupakan step milestone anak yang penting karena saat anak merangkak mereka akan menguatkan otot punggung dan juga tangannya. Lalu, nantinya mereka bisa duduk dengan tegak karena otot punggungnya sudah kuat.

3. Membiarkan anak menggenggam makanannya sendiri

Untuk bayi yang baru memulai fase makan, mungkin kita enggan memberinya kesempatan makan sendiri karena akan belepotan. Padahal ini bisa melatih motorik halus anak, termasuk juga berilah finger food di jarinya untuk digenggam dan dimakan sendiri.

4. Menggambar dengan jari

Menggambar tidak harus dengan kuas atau pensil warna. Kita bisa mengajak mereka menggambar menggunakan jari-jemarinya dengan bahan-bahan yang aman tentunya. Selain menyenangkan, kegiatan ini bisa menstimulasi keterampilan jarinya.

5. Belajar mengikat tali sepatu dan mengancingkan baju

Kegiatan ini merupakan kegiatan praktis sehari-hari yang nantinya harus dikuasai anak. Tidak hanya melatih kekuatan tangan, tetapi juga ketangkasannya.

6. Bermain dengan objek-objek kecil

Misalnya balok kayu, Lego, atau puzzle bisa mengasah kekuatan jari-jari anak. Namun, jangan pernah meninggalkan anak bermain sendirian ya, karena khawatir benda-benda kecil tersebut berisiko masuk ke mulut dan membahayakan mereka.

7. Melakukan tugas dengan menggunakan dua tangan

Keterampilan tangan anak akan semakin terasah ketika kedua tangannya bekerja melakukan sesuatu, misalnya memotong dengan pisau, makan menggunakan sendok dan garpu, atau bermain playdough.

8. Menggosok gigi

Selain bisa memberi kesadaran pentingnya menjaga kesehatan gigi, menggosok gigi ternyata melatih kemampuan motorik halus anak. Mereka akan belajar menggenggam sikat gigi dengan baik dan melakukan gerakan menggosok keseluruhan giginya.

9. Menggunting kertas

Berilah gunting yang aman dan dengan ukuran yang pas untuk jari anak. Meskipun mungkin belum terampil dan hasil guntingan masih melenceng-melenceng, tetapi percayalah aktivitas ini sangat baik untuk keterampilan jari-jarinya.

10. Membaca buku berfitur

Saat ini buku berfitur ada banyak sekali, namun buku berfitur yang baik untuk melatih kekuatan otot jari anak-anak adalah fitur-fitur seperti push-pull, slide, spin, lift the flap. Selain menyenangkan, membaca buku berfitur seperti ini juga baik untuk jari-jarinya. Biasanya, fitur sudah disesuaikan dengan ukuran jari anak-anak sehingga tentu akan cocok sekali dimainkan anak-anak.