Posts

Bahaya Menahan Bersin

Kita semua pasti pernah mengalami bersin. Bersin sering muncul tak terduga sehingga kadang kita ingin menahannya. Tapi sebenarnya, adakah bahaya menahan bersin?

Bersin adalah sebuah reaksi alami tubuh ketika ada yang menggelitik di hidung. Bahkan, bersin bisa juga menjadi indikator bahwa ada sesuatu yang tidak fit pada tubuh kita. Meskipun tidak selalu bahwa bersin adalah pilek, tetapi pada dasarnya bersin adalah cara alami tubuh kita menghilangkan iritasi di hidung atau tenggorokan.

Ketika ada kotoran, debu, serbuk, atau asap yang masuk ke hidung, lapisan halus di hidung akan mengirimkan sinyal perintah ke otak supaya hidung dibersihkan. Sinyal itu ditangkap oleh otak untuk bersin dan tubuh bereaksi mempersiapkan diri untuk bersin. Proses ini hanya berlangsung selama beberapa detik. Mungkin karena itulah beberapa orang tidak siap sehingga bersin sembarang atau tidak menutup hidung serta mulutnya.

Padahal saat terjadi bersin, banyak mikroba yang keluar dari tubuh. Mikroba tersebut keluar dalam bentuk droplet melalui hidung atau mulut kita. Dan, bisa saja mikroba tersebut mengandung virus atau bakteri yang menyebabkan penyakit flu.

Ditambah lagi, jumlah droplet yang dikeluarkan oleh bersin jauh lebih banyak ketimbang batuk, yaitu sekitar 40.000 droplet. Kecepatannya pun jauh lebih cepat dibandingkan batuk, yaitu 321 km per jam. Itulah sebabnya alasan kita harus menutup hidung dan mulut ketika hendak bersin. Bisa dengan menggunakan tisu atau jika tidak ada, gunakan saja lengan dalam baju.

Jangan sampai, bersin yang kita keluarkan justru membuat penyakit tersebar dan menulari orang lain.

Apa Bahayanya Menahan Bersin

Lantas, bagaimana jika kita ingin menahan bersin? Mungkin beberapa di antara kita ada yang sungkan jika bersin di depan umum. Lalu, kita berusaha menahannya.

Berdasarkan penjelasan yang sudah dipaparkan di atas, bahwa di dalam bersin terdapat banyak mikroba. Itu artinya, menahan bersin berbahaya bagi tubuh. Jika kita menahan bersin, berarti kita sedang membiarkan organ-organ di dalam tubuh kita terkontaminasi oleh mikroba yang seharusnya dikeluarkan melalui bersin tersebut.

Seperti dilansir dari UAMSHealth, ada risiko lain yang bisa dialami jika kita menahan bersin, yaitu kerusakan bagian tengah dan dalam telinga yang bisa menyebabkan gendang telinga pecah. Meski ini risikonya sangat kecil, tetapi menahan bersin berisiko menyebabkan gangguan pendengaran.

Pasalnya, saat bersin ada sejumlah tekanan udara yang terbentuk di dalam paru-paru dan akan dikeluarkan melalui rongga hidung. Namun, ketika itu ditahan maka tekanan udara ini dipaksa masuk kembali ke dalam rongga telinga tengah sehingga menyebabkan telinga sakit.

Cedera fisik lain yang bisa saja terjadi akibat menahan bersin adalah vertigo, melemahnya pembuluh darak di otak, bahkan pecahnya pembuluh darah di mata.

Jadi, satu-satunya cara mencegah hal tersebut terjadi adalah dengan membiarkan bersin keluar. Jangan ditahan.

Untuk itu, supaya bersin kita tidak mengganggu kenyamanan orang lain, selalu lakukan etika bersin dengan benar, yaitu gunakan tisu atau tutup mulut dengan lengan siku bagian dalam.

Etika Bersin pada Anak

Lalu, bagaimana dengan mengajarkan etika bersin kepada anak-anak?

Pada dasarnya, anak-anak akan dengan mudah mengikuti jika orang dewasa memberi contoh yang benar. Jadi, jangan lelah mengingatkan serta memberikan contoh cara bersin dengan benar. Cara seru lainnya yang bisa dilakukan adalah dengan memberikannya bacaan tentang bersin.

Salah satu contohnya adalah buku Achoo! Cover Your Mouth Wheen You Sneeze. Melalui buku cerita dengan fitur geser-tarik dan dengan ilustrasi yang menarik, anak-anak pasti akan mengikuti ceritanya dengan asyik. Pada akhirnya, pesan tentang etika bersin ini bisa tersampaikan kepada anak dengan baik.