Manfaat Bermain Bersama Anak: Dari Meningkatkan Kesehatan Mental hingga Edukasi

Sebelum pandemi, banyak dari kita yang menghabiskan waktu di luar rumah untuk bekerja. Karena jarang di rumah, kita juga jarang bermain dengan anak. Selama pandemi, artinya kita lebih sering menghabiskan waktu di rumah. Inilah kesempatan kita untuk merasakan manfaat bermain bersama anak.

Banyak alasan orang tua jarang bermain bersama anak. Mulai dari tidak adanya waktu hingga tidak memiliki energi. Untuk masalah waktu, kita memang perlu mengatur supaya dapat memiliki waktu bermain dengan anak. Jika terhalang waktu dan tenaga, kita bisa memilih memilih permainan yang tidak banyak menguras tenaga dan waktu. Contohnya, kita bisa bermain board game atau activity book di mana kita hanya perlu duduk dan bebas menentukan waktu bermain.

Memang banyak yang menganggap bermain bersama anak itu tidak terlalu penting. Mereka bisa bermain sendiri, kok. Kan mereka juga udah punya mainan sendiri. Lagi pula mereka punya teman sebaya untuk diajak bermainan. Kira-kira begitu yang sering kita pikirkan untuk membenarkan alasan kita tidak bermain bersama anak. Padahal, bermain bersama anak memiliki berbagai manfaat baik untuk anak itu sendiri hingga keluarga. Berikut manfaat bermain bersama anak:

  1. Manfaat bermain bersama anak untuk membangun bonding antara anak dan orang tua

Ketika bermain bersama anak, kita sekaligus membangun ikatan emosional dengan anak. Ikatan ini terjadi karena anak akan merasakan kasih sayang orang tua saat bermain dengan mereka. Rasa percaya anak ke orang tua juga akan meningkat. Inilah yang akan meningkatkan bonding antara orang tua dana anak. Bonding dengan anak sangat penting untuk menjaga keharmonisan keluarga dan membuat anak mau mendengarkan hingga menghargai orang tua.

Baca juga: CARI TAHU! AKTIVITAS SERU UNTUK MELATIH MOTORIK HALUS ANAK USIA DINI

  1. Menjaga kesehatan mental anak

Anak yang jarang menghabiskan waktu dengan orang tua rentan mengalami gangguan kesehatan mental, baik muncul sejak dini atau ketika tumbuh dewasa. Kurangnya kehangatan dari orang tua membuat mereka merasa kurang dicintai. Efeknya, anak bisa kesulitan untuk mencintai dirinya sendiri hingga memendam masalah sendiri yang berujung pada stress. Bermain dengan anak dapat menjaga kesehatan mental mereka karena akan mendapat kasih sayang yang cukup dan memiliki orang untuk berbagi cerita.

  1. Manfaat bermain  bersama anak untuk meningkatkan kemampuan motorik anak

Dengan bimbingan orang tua, anak dapat meningkatkan kemampuan motoriknya dengan maksimal. Ketika bermain dengan board game atau activity book, anak akan mengasah kemampuan motorik halus. Saat berlari atau memindahkan barang dari satu tempat ke tempat lain, motorik kasar mereka akan terasah.

  1. Mengedukasi anak

Edukasi memang bisa dilakukan di sekolah. Tapi, masih banyak hal yang perlu anak tahu yang tidak diajarkan di sekolah. Seperti cara menjaga hidup sehat. Walaupun mereka masih anak-anak, bukan berarti mereka tidak perlu diajari cara menjaga kesehatan sendiri. Bermain bersama anak adalah momen tepat menyisipkan pengetahuan tersebut tanpa terkesan menggurui. Terlebih lagi jika kita menggunakan sarana bermain tepat seperti starter kit Healthy Kids yang fokus mengajarkan anak menjaga kesehatan diri.

Manfaat bermain bersama anak sendiri sudah memiliki manfaat yang signifikan untuk keluarga. Supaya manfaat bermain bersama anak tercapai secara efektif, kita perlu menggunakan alat permainan yang tepat. Salah satu sarana efektif adalah starter kit Healthy Kids yang berisi board game dan activity book untuk meningkatkan kesadaran anak tentang kesehatan diri.

Cari Tahu! Aktivitas Seru untuk Melatih Motorik Halus Anak Usia Dini

Mengamati dan mencatat tiap periode tumbuh kembang anak itu penting sekali. Namun, yang tidak kalah pentingnya juga adalah mengamati perkembangan motorik halus anak.

Meskipun sepertinya sederhana, namun apabila motorik halus anak terasah dengan baik maka akan memberikan dampak baik pula untuk tumbuh kembang selanjutnya. Salah satunya adalah melatih kemampuannya baca, tulis, hitung atau calistung.

Apa hubungan antara stimulasi motorik halus dan calistung?

Jauh sebelum anak mulai belajar membaca, menulis, dan membiasakan untuk duduk tenang di kelas, dia membutuhkan stimulasi yang bisa merangsang kekuatan otot-otot punggung, pergelangan tangan dan juga jari-jarinya.

Dengan otot punggung yang kuat, anak bisa duduk dengan tenang saat di kelas. Mereka tidak akan mudah lelah saat harus duduk menyimak pelajaran di kelas, termasuk bisa memegang buku dengan baik, lalu duduk dan membacanya.

Dengan otot pergelangan tangan dan jari-jari yang kuat pula, anak akan mampu memegang pensil dengan benar. Lalu, pada akhirnya mereka bisa menulis dengan rapi dan baik, serta tidak mudah lelah saat harus mencatat pelajaran.

Apa saja stimulasi motorik halus yang baik untuk anak usia dini?

Di setiap usianya, anak-anak membutuhkan stimulasi motorik halus yang berbeda-beda.

1. Tummy Time

Untuk bayi, posisi tengkurap atau tummy time sangat diperlukan untuk merangsang kekuatan otot punggung dan lehernya.

2. Merangkak

Merangkak juga merupakan step milestone anak yang penting karena saat anak merangkak mereka akan menguatkan otot punggung dan juga tangannya. Lalu, nantinya mereka bisa duduk dengan tegak karena otot punggungnya sudah kuat.

3. Membiarkan anak menggenggam makanannya sendiri

Untuk bayi yang baru memulai fase makan, mungkin kita enggan memberinya kesempatan makan sendiri karena akan belepotan. Padahal ini bisa melatih motorik halus anak, termasuk juga berilah finger food di jarinya untuk digenggam dan dimakan sendiri.

4. Menggambar dengan jari

Menggambar tidak harus dengan kuas atau pensil warna. Kita bisa mengajak mereka menggambar menggunakan jari-jemarinya dengan bahan-bahan yang aman tentunya. Selain menyenangkan, kegiatan ini bisa menstimulasi keterampilan jarinya.

5. Belajar mengikat tali sepatu dan mengancingkan baju

Kegiatan ini merupakan kegiatan praktis sehari-hari yang nantinya harus dikuasai anak. Tidak hanya melatih kekuatan tangan, tetapi juga ketangkasannya.

6. Bermain dengan objek-objek kecil

Misalnya balok kayu, Lego, atau puzzle bisa mengasah kekuatan jari-jari anak. Namun, jangan pernah meninggalkan anak bermain sendirian ya, karena khawatir benda-benda kecil tersebut berisiko masuk ke mulut dan membahayakan mereka.

7. Melakukan tugas dengan menggunakan dua tangan

Keterampilan tangan anak akan semakin terasah ketika kedua tangannya bekerja melakukan sesuatu, misalnya memotong dengan pisau, makan menggunakan sendok dan garpu, atau bermain playdough.

8. Menggosok gigi

Selain bisa memberi kesadaran pentingnya menjaga kesehatan gigi, menggosok gigi ternyata melatih kemampuan motorik halus anak. Mereka akan belajar menggenggam sikat gigi dengan baik dan melakukan gerakan menggosok keseluruhan giginya.

9. Menggunting kertas

Berilah gunting yang aman dan dengan ukuran yang pas untuk jari anak. Meskipun mungkin belum terampil dan hasil guntingan masih melenceng-melenceng, tetapi percayalah aktivitas ini sangat baik untuk keterampilan jari-jarinya.

10. Membaca buku berfitur

Saat ini buku berfitur ada banyak sekali, namun buku berfitur yang baik untuk melatih kekuatan otot jari anak-anak adalah fitur-fitur seperti push-pull, slide, spin, lift the flap. Selain menyenangkan, membaca buku berfitur seperti ini juga baik untuk jari-jarinya. Biasanya, fitur sudah disesuaikan dengan ukuran jari anak-anak sehingga tentu akan cocok sekali dimainkan anak-anak.

Bahaya Menahan Bersin

Kita semua pasti pernah mengalami bersin. Bersin sering muncul tak terduga sehingga kadang kita ingin menahannya. Tapi sebenarnya, adakah bahaya menahan bersin?

Bersin adalah sebuah reaksi alami tubuh ketika ada yang menggelitik di hidung. Bahkan, bersin bisa juga menjadi indikator bahwa ada sesuatu yang tidak fit pada tubuh kita. Meskipun tidak selalu bahwa bersin adalah pilek, tetapi pada dasarnya bersin adalah cara alami tubuh kita menghilangkan iritasi di hidung atau tenggorokan.

Ketika ada kotoran, debu, serbuk, atau asap yang masuk ke hidung, lapisan halus di hidung akan mengirimkan sinyal perintah ke otak supaya hidung dibersihkan. Sinyal itu ditangkap oleh otak untuk bersin dan tubuh bereaksi mempersiapkan diri untuk bersin. Proses ini hanya berlangsung selama beberapa detik. Mungkin karena itulah beberapa orang tidak siap sehingga bersin sembarang atau tidak menutup hidung serta mulutnya.

Padahal saat terjadi bersin, banyak mikroba yang keluar dari tubuh. Mikroba tersebut keluar dalam bentuk droplet melalui hidung atau mulut kita. Dan, bisa saja mikroba tersebut mengandung virus atau bakteri yang menyebabkan penyakit flu.

Ditambah lagi, jumlah droplet yang dikeluarkan oleh bersin jauh lebih banyak ketimbang batuk, yaitu sekitar 40.000 droplet. Kecepatannya pun jauh lebih cepat dibandingkan batuk, yaitu 321 km per jam. Itulah sebabnya alasan kita harus menutup hidung dan mulut ketika hendak bersin. Bisa dengan menggunakan tisu atau jika tidak ada, gunakan saja lengan dalam baju.

Jangan sampai, bersin yang kita keluarkan justru membuat penyakit tersebar dan menulari orang lain.

Apa Bahayanya Menahan Bersin

Lantas, bagaimana jika kita ingin menahan bersin? Mungkin beberapa di antara kita ada yang sungkan jika bersin di depan umum. Lalu, kita berusaha menahannya.

Berdasarkan penjelasan yang sudah dipaparkan di atas, bahwa di dalam bersin terdapat banyak mikroba. Itu artinya, menahan bersin berbahaya bagi tubuh. Jika kita menahan bersin, berarti kita sedang membiarkan organ-organ di dalam tubuh kita terkontaminasi oleh mikroba yang seharusnya dikeluarkan melalui bersin tersebut.

Seperti dilansir dari UAMSHealth, ada risiko lain yang bisa dialami jika kita menahan bersin, yaitu kerusakan bagian tengah dan dalam telinga yang bisa menyebabkan gendang telinga pecah. Meski ini risikonya sangat kecil, tetapi menahan bersin berisiko menyebabkan gangguan pendengaran.

Pasalnya, saat bersin ada sejumlah tekanan udara yang terbentuk di dalam paru-paru dan akan dikeluarkan melalui rongga hidung. Namun, ketika itu ditahan maka tekanan udara ini dipaksa masuk kembali ke dalam rongga telinga tengah sehingga menyebabkan telinga sakit.

Cedera fisik lain yang bisa saja terjadi akibat menahan bersin adalah vertigo, melemahnya pembuluh darak di otak, bahkan pecahnya pembuluh darah di mata.

Jadi, satu-satunya cara mencegah hal tersebut terjadi adalah dengan membiarkan bersin keluar. Jangan ditahan.

Untuk itu, supaya bersin kita tidak mengganggu kenyamanan orang lain, selalu lakukan etika bersin dengan benar, yaitu gunakan tisu atau tutup mulut dengan lengan siku bagian dalam.

Etika Bersin pada Anak

Lalu, bagaimana dengan mengajarkan etika bersin kepada anak-anak?

Pada dasarnya, anak-anak akan dengan mudah mengikuti jika orang dewasa memberi contoh yang benar. Jadi, jangan lelah mengingatkan serta memberikan contoh cara bersin dengan benar. Cara seru lainnya yang bisa dilakukan adalah dengan memberikannya bacaan tentang bersin.

Salah satu contohnya adalah buku Achoo! Cover Your Mouth Wheen You Sneeze. Melalui buku cerita dengan fitur geser-tarik dan dengan ilustrasi yang menarik, anak-anak pasti akan mengikuti ceritanya dengan asyik. Pada akhirnya, pesan tentang etika bersin ini bisa tersampaikan kepada anak dengan baik.

Jaga Daya Tahan Tubuh Anak dengan Makanan Ini

Saat pandemi Covid-19 ini, ada baiknya kita menjaga kesehatan tubuh anak-anak. Apalagi, resistensi imunitas tubuh anak masih rendah dibandingkan orang dewasa. Selain memberinya madu dan multivitamin, ada baiknya kita memperhatikan asupan makanan anak-anak. Berikut ini adalah makanan-makanan yang harus dikonsumsi untuk menjaga daya tahan tubuh anak.

1. Brokoli

Brokoli mengandung banyak nutrisi yang dapat melindungi tubuh dari kerusakan sel. Sayuran yang kaya akan vitamin A, C, dan E ini berfungsi sebagai antioksidan. Dalam dosis yang cukup, brokoli bisa menangkal penyakit-penyakit yang mungkin menyerang anak-anak.

Kita bisa menyediakan brokoli dalam berbagai bentuk. Supaya lebih menarik, mungkin dengan menyisipkan brokoli dalam omeletnya. Bisa juga dengan membuat sup brokoli, atau untuk batita yang baru memulai MPASI bisa dengan membuatkannya brokoli kukus untuk camilan sehatnya.

2. Bayam

Bayam atau dikenal sebagai makanan super adalah sumber zat besi yang dapat mengikat oksigen dan menurunkan risiko anemia pada anak. Selain itu, sayuran ini mengandung beta karoten yang bermanfaat untuk meningkatkan sistem imun tubuh dan melawan infeksi.

Bayam adalah sayuran yang mudah diolah dan kebanyakan anak-anak menyukainya. Kita bisa menjadi sayur bening bayam yang segar atau bayam rebus pelengkap makan siang.

3. Kacang Almond

Kacang almond adalah sumber vitamin E yang baik untuk menjaga kekebalan tubuh. Di dalam kacang almond terdapat asam lemak omega, serat, protein, dan seng yang dibutuhkan oleh anak-anak. Seperempat mangkuk almond mengandung riboflavin untuk mengurai karbohidrat, protein, dan lemak menjadi energi. Sangat baik dikonsumsi oleh anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan dan aktif bergerak.

Saat ini, olahan almond sudah ada banyak sekali. Ketimbang memberinya snack dengan pengawet dan pewarna, mengapa kita tidak memberinya camilan almond panggang yang lezat. Selain itu, bisa juga dalam bentuk olahan susu almond yang nikmat diminum saat dingin.

4. Jeruk

Buah jeruk adalah sumber mineral dan vitamin C yang dibutuhkan oleh meningkatkan daya tahan tubuh anak dan produksi sel darah putih. Nantinya, kandungan di dalam buah jeruk ini bisa membersihkan tubuh anak dari racun. Selain itu, dalam serabut jeruk juga terdapat zat flavonoid yang bisa melindungi tubuh dari radikal bebas berbahaya serta meminimalisasi munculnya kanker.

Kita bisa memberikan jeruk dalam bentuk jus jeruk atau buah jeruk yang dimakan langsung. Pilihlah buah jeruk yang manis dan menyegarkan maka anak-anak pasti akan menyukainya.

5. Yogurt

Probiotik adalah salah satu zat yang dibutuhkan oleh tubuh untuk mengembalikan bakteri baik ke dalam tubuh. Probiotik baik untuk menjaga sistem pencernaan. Pencernaan yang baik adalah kunci kesehatan tubuh. Jadi, jangan lupa untuk memperhatikan saluran cerna anak-anak ya.

Yogurt rendah lemak dipercaya dapat meningkatkan imunitas anak. Vitamin D dalam yogurt berfungsi menyerap nutrisi dan melawan bakteri jahat penyebab penyakit. Cobalah memberinya yogurt, bisa dalam bentuk campuran buah atau minuman yang menyegarkan.

Baca juga: Tujuh Makanan Paling Sehat untuk Anak

Baca juga: 5 Kebiasaan Hidup Sehat yang Harus Dilatih Sejak Dini

Beberapa jenis makan tersebut kaya kandungan yang diperlukan oleh anak-anak dan bisa menjaga daya tahan tubuh anak. Kita memang harus kreatif dalam menyajikan berbagai jenis varian makanan supaya anak mau menyantapnya dan lama-lama terbangun kebiasaan makan yang baik.

Supaya lebih mudah lagi mengajak anak menyantap makanan, kita bisa memberinya beberapa bacaan seputar makanan sehat. Misalnya, buku ensiklopedia makanan atau membacakannya buku My Healthy Food dengan ilustrasi yang menarik.

Dengan demikian, imunitas tubuh anak terjaga. Mereka akan terjauhkan dari penyakit berkat pilihan makanan dengan nutrisi yang sehat. Selamat menyiapkan makanan untuk anak!

Tips Menjaga Asupan Nutrisi Anak

Menjaga asupan nutrisi anak adalah hal yang harus dilakukan oleh setiap keluarga. Mungkin sebagian dari kita memiliki jadwal yang padat sehingga sulit menyiapkan makanan sehat untuk keluarga. Akibatnya, asupan nutrisi untuk keluarga pun tidak terjaga dan efek jangka panjangnya tidak baik untuk kesehatan.

Menjaga asupan nutrisi anak memiliki banyak manfaat seperti, menjaga energi, meningkatkan kemampuan otak atau pikiran, menjaga keseimbangan emosi, dan menjaga berat badan tetap stabil. Selain itu, nutrisi yang seimbang juga baik untuk menjaga kesehatan mental termasuk meminimalisasi depresi serta kecemasan.

Beberapa tips di bawah ini baik dilakukan untuk menjaga asupan nutrisi anak. Cobalah rutin menerapkannya setiap hari, niscaya keluarga kita sehat.

1. Mulai hari dengan sarapan

Pagi hari memang saat-saat yang sibuk, dan kita menyiapkan semuanya dengan terburu-buru sehingga melewatkan sarapan. Padahal, sarapan adalah sumber tenaga kita untuk mengawali sebuah hari. Sarapan dengan makanan mengandung protein, baik untuk tubuh anak.

Supaya lebih hemat waktu, kita bisa menyiapkan sarapan yang sederhana asalkan nutrisinya terpenuhi. Contohnya adalah membuat roti lapis telur, yogurt, telur rebus, roti panggang, apel, atau roti gandum dengan selai kacang.

2. Waktu makan adalah saat yang penting

Oleh karena kesibukan, sering kali kita menyantap makanan sambil bekerja atau membalas pesan di ponsel. Tanpa disadari, lama-kelamaan ini bisa ditiru oleh anak-anak. Untuk itu, mulai sekarang kita harus mengubah kebiasaan itu. Duduklah bersama di meja makan, jauhkan TV dan gadget, lalu santaplah makanan bersama-sama.

Dengan makan bersama, kita bisa memberikan contoh secara langsung kepada anak-anak, cara etika makan yang benar, nikmatnya makan sayur, dan kebiasaan baik yang harus dilakukan sebelum dan sesudah makan. Selain itu, dengan makan bersama juga bisa meningkatkan bonding atau hubungan erat antar-anggota keluarga.

3. Ajak anak mengenal makanan dan manfaatnya

Dengan mengajak anak belanja bersama di pasar atau swalayan, kita bisa mengajarkannya memilih macam-macam makanan yang sehat. Kita juga bisa mengajak anak untuk menanam sayur di kebun dan menyiraminya bersama. Melihat sayuran tumbuh subur dan besar bisa membuat anak tertarik untuk menikmatinya.

Untuk anak yang sudah sedikit lebih besar, kita bisa mengajaknya melabeli wadah penyimpanan makanan bersama-sama, atau membaca kandungan nutrisi yang ada di setiap kemasan makanan. Pada akhirnya, mereka akan memahami nutrisi dan vitamin yang baik untuk dikonsumsi.

4. Kurangi konsumsi gula

Gula yang manis memang disukai oleh anak-anak. Kelebihan gula tidak baik bagi tubuh karena gula dapat memicu hiperaktif, obesitas, bahkan diabetes tipe-2 pada anak. Gula ada di mana-mana, kita mungkin tidak bisa benar-benar menghindarinya. Namun, kita bisa menguranginya, misal dengan memodifikasi resep atau mengurangi porsi gulanya, termasuk mengurangi gula dalam minumannya.

Jangan pernah mengiming-imingi anak dengan makanan manis, seperti membujuk anak supaya diam lalu dibelikan cupcake. Sebagai gantinya, alihkan dengan makan buah-buahan.

5. Membuat buah dan sayur menjadi lebih menarik

Supaya buah dan sayur lebih menarik bagi anak-anak, kita siapkan dengan lebih kreatif lagi. Kita bisa menyembunyikan sayur di menu makanannya, membuat permainan makan sayur, atau mendongeng dengan mengimajinasikan sayur terhadap suatu benda: brokoli seperti pohon; kol seperti awan; dan jeruk seperti matahari.

Selain itu, kita juga bisa mengajak anak untuk berperan serta dalam memilih sayur dan buah kesukaannya sendiri. Hal tersebut adalah langkah awal mengajak anak menyukai sayur dan buah. Tidak lupa, selalu menyediakan sayur segar di dalam kulkas sehingga anak bisa menyantapnya sewaktu-waktu.

Baca juga: Tujuh Makanan Paling Sehat untuk Anak

Akan tetapi, semua usaha akan sia-sia jika kita tidak memberinya contoh menjaga asupan nutrisi yang benar. Orang tua adalah contoh terbaik bagi anak-anaknya. Orang tua sehat, anak-anak pun akan sehat.

Jadi, yuk, jaga asupan nutrisi keluarga kita!

5 Kebiasaan Hidup Sehat yang Harus Dilatih Sejak Dini

Sehat adalah harta yang paling berharga bagi kita semua. Namun, biasanya hal itu baru akan terasa ketika kita sakit. Oleh karena itu, kita harus senantiasa menjaga kesehatan tubuh dengan memiliki pola hidup yang baik. Cara yang paling efektif adalah dengan melatih kebiasaan hidup sehat sejak dini. Dengan demikian, ketika dewasa, kita tidak akan kesulitan untuk rutin menerapkannya.

Beberapa kebiasaan hidup sehat yang harus dilatih sejak dini antara lain:

1. Mencuci tangan dengan sabun

Rajin mencuci tangan adalah kunci hidup sehat karena kebanyakan sumber penyakit berawal dari tangan yang tidak bersih. Yuk, ajarkan cara mencuci tangan dengan benar kepada anak kita. Caranya adalah membasahi tangan dengan air secukupnya, dan selalu gunakan sabun supaya lebih bersih. Jangan lupa menggosok sela-sela jari, punggung tangan, bagian bawah kuku, dan pergelangan tangan. Lalu terakhir, bilas dengan air dan keringkan dengan handuk bersih.

Kita bisa membiasakan cuci tangan setiap sebelum dan sesudah makan, sesudah dari toilet, setelah memegang benda kotor. Selain itu, juga selalu cuci tangan setelah bersin, setelah bermain dengan hewan peliharaan, dan setelah pulang dari bepergian.

2. Menutup mulut ketika bersin dan batuk

Virus dan bakteri tidak hanya menyebar lewat tangan, tetapi juga dari batuk atau bersin. Jadi, setiap akan batuk atau bersin biasakan untuk menutup hidung dan mulut dengan tisu atau dengan siku dalam lengan baju.

Kebiasaan ini perlu dicontohkan terus-menerus di depan anak. Mungkin kita perlu mengingatkannya ketika mereka sedang batuk atau bersin. Dengan demikian, lama-kelamaan mereka akan mau melakukannya.

3. Mengonsumsi buah dan sayuran

Buah dan sayur adalah makanan yang sangat baik untuk kesehatan kita. Di dalam buah dan sayur terdapat berbagai macam vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh. Semuanya sangat penting dan berguna bagi tumbuh kembang anak kita.

Akan tetapi, masalahnya tidak semua anak suka sayur dan buah. Jadi, kita harus menyiapkan menu makanan yang lebih bervariasi supaya anak mau makan sayur dan buah. Pola makan kita pun menjadi contoh yang baik bagi mereka. Jika keluarga kita selalu menyediakan menu buah dan sayur dan dikonsumsi setiap hari, anak-anak pun akan menirunya.

4. Buang sampah pada tempatnya

Membuang sampah pada tempatnya adalah satu langkah kecil untuk melatih kebiasaan hidup sehat. Tidak hanya baik untuk menjaga kebersihan di lingkungan tempat tinggal kita, membuang sampah pada tempatnya juga membuat rumah kita menjadi sehat. Pada akhirnya, rumah yang sehat akan membuat kesehatan kita lebih terjaga.

Kita bisa memberinya contoh membuang sampah pada tempatnya, anak pasti akan mengikutinya. Selanjutnya, bisa dikembangkan lagi dengan mengenalkannya cara memilah-milah sampah dan mendaur-ulangnya. Dengan demikian, anak ikut berperan serta dalam menjaga kesehatan dan lingkungannya.

5. Kurangi penggunaan gadget, perbanyak aktivitas fisik

Gadget adalah alat elektronik yang dekat sekali dengan anak-anak zaman sekarang. Di satu sisi, gadget mempermudah mereka untuk berkomunikasi dan mencari informasi. Namun, di sisi lain gadget bisa membuat anak kecanduan sehingga malas beraktivitas fisik. Padahal, aktivitas fisik sangat diperlukan untuk menjaga tubuhnya agar tetap sehat dan bugar.

Untuk mencegah anak kecanduan gadget, kita harus membatasi waktu screen time anak. Selain itu, kita juga bisa mengajaknya bersama-sama melakukan aktivitas fisik di luar, misalnya bersepeda bersama, berenang, atau berjalan-jalan keliling taman.

Baca juga: 6 Tips Menjaga Kesehatan Anak

Cara seru lain untuk melatih kebiasaan hidup sehat anak usia dini adalah dengan memberinya bacaan yang menunjang hal ini. Salah satu buku yang sangat baik untuk mengajak anak memiliki kebiasaan hidup sehat adalah boks set Healthy Kids.

Di dalamnya, anak-anak akan diajak mencuci tangan dengan baik dan benar, menutup hidung dan mulut setiap batuk atau bersin, dan makan makanan sehat. Melalui boardbook yang dikemas dengan fitur push, pull, lift the flap, dan cut up card, mengajak anak memiliki kebiasaan hidup sehat jadi lebih menyenangkan!

Perbedaan Kebiasaan Mandi Masyarakat di Setiap Negara

Walaupun sebuah kewajiban, kebiasaan mandi di setiap negara berbeda-beda. Ada yang rajin mandi, ada juga yang mandi hanya beberapa kali dalam satu bulan. Mandi sudah menjadi kebiasaan dan norma sosial sehingga memungkinan setiap negara memiliki kebiasaan mandi yang berbeda.

Mandi merupakan upaya orang untuk menjadi sehat dengan menjaga kebersihan. Selain itu, mandi juga berpengaruh untuk menjaga imun tubuh, meringankan sakit dan nyeri otot, meningkatkan aliran darah, mencegah pembengkakan, meningkatkan konsentrasi, mengurangi kelelahan, dan memudahkan pernafasan. Bukan hanya kesehatan, orang mandi juga untuk mencegah bau badan yang tidak sedap, membantu orang untuk benar-benar bangun dan rutinitas pagi biasa seperti olahraga. Namun, seperti dikutip pada laman Medical News Today, banyak orang yang mandi untuk menyesuaikan diri dengan standar kebersihan dan penampilan masyarakat.

Karena mandi bergantung dengan standar kebersihan masyarakat setempat, tidak aneh jika kebiasaan mandi disetiap negara berbeda-beda. Faktor iklim dan musim di setiap negara memengaruhi kebiasaan mandi masyarakat setempat. Untuk masyarakat di daerah tropis, mereka akan cenderung lebih sering mandi karena mendapat ekspos matahari yang berlebih. Sementara itu, negara empat musim akan lebih jarang mandi. Berikut adalah kebiasaan mandi di setiap negara:

1. Jepang

Orang Jepang lebih sering mandi malam hari daripada pagi hari. Mereka tidak membiasakan diri untuk mandi saat pagi hari karena mereka tidak berkeringat setelah bangun tidur. Mereka lebih suka mandi sauna saat malam hari untuk relaksasi setelah lelah bekerja seharian.

2. Brasil

Orang Brasil pada umumnya mandi 12x dalam seminggu. Bahkan, mereka sebenarnya bisa mandi lebih banyak daripada itu. Mereka menganggap mandi 5x sehari itu normal. Orang Brasil juga sering menawari mandi kepada tamunya.

3. Amerika Serikat

Paling tidak, mereka akan mandi sehari sekali. Hal ini dikarenakan Amerika Serikat memiliki empat musim. Ketika musim dingin, mereka tidak perlu terlalu sering mandi.

4. Prancis

Kebiasaan mandi orang Prancis beragam. Kebanyakan, mereka mandi dua hari sekali. Namun, ada juga yang mandi setiap tiga hari sekali hingga satu minggu sekali. Walaupun frekuensi mandi mereka termasuk jarang, mereka masih tetap menjaga penampilan mereka, terutama yang berhubungan dengan fashion.

5. Indonesia

Indonesia termasuk dalam kategori negara yang sering mandi. Seperti yang kita tahu, kita mandi sehari dua kali. Hal ini dikarenakan iklim tropis yang membuat kita lebih mudah gerah dan berkeringat.

Perbedaan frekuensi mandi yang bervariasi bukanlah sebuah masalah. Frekuensi mandi merupakan referensi masing-masing pribadi. Mandi sering maupun jarang, sama-sama dapat mengakibatkan kulit menjadi kering, iritasi, dan gatal. Yang paling utama dilakukan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan adalah merawat kebersihan bagian bawah tubuh dan kebersihan tangan. Untuk anak kecil, orang tua perlu sadar akan kebutuhan mandi anak. Sebagai orang yang tinggal di Indonesia, alangkah baiknya untuk membiasakan anak mandi dua kali sehari karena mandi dua kali sehari lebih dapat menjamin kebersihan anak sehingga sangat berpengaruh terhadap kesehatan anak, terutama pada periode aktif anak ketika anak lebih banyak bergerak.

Menyuruh anak untuk mandi merupakan pekerjaan yang tidak mudah. Mereka akan lebih suka menyisihkan waktunya untuk bermain daripada mandi. Untuk mengakalinya, orang tua dapat memberi contoh kepada anak yang dapat menunjukan betapa pentingnya mandi. Contoh tersebut bisa diambil dari lingkungan sekitar maupun dari buku anak. Tujuannya supaya anak sadar bahwa jarang mandi akan berdampak pada kesehatan mereka.

Tujuh Makanan Paling Sehat untuk Anak

Semua dokter, bidan, bahkan pemerintah pasti merekomendasikan orang tua untuk menjaga pola makan anak dan memberi anak makanan sehat, bukan hanya makan tiga kali sehari. Orang tua diharapkan untuk sadar akan makanan yang dikonsumsi anak. Kesadaran yang diharapkan yaitu kesadaran akan kandungan, manfaat makanan, dan kapan makanan tersebut baik untuk dikonsumsi.

Makanan sehat sangat penting karena merupakan salah satu faktor penting untuk perkembangan anak. Oleh karenanya, semakin dini anak mengonsumsi makanan sehat, semakin baik perkembangan anak. Selain itu, memberi makanan sehat kepada anak sejak kecil dapat membiasakan anak mengonsumsi makanan sehat hingga dewasa. Tujuannya supaya ketika dewasa, anak tidak terlalu banyak makan makanan tidak sehat seperti junk food karena mereka sudah terlatih untuk memperhatikan makanan yang mereka konsumsi.

Makanan sehat juga perlu bervariasi supaya kebutuhan nutrisi yang diperlukan oleh anak tercukupi. Dulu, kita menganut slogan “empat sehat lima sempurna” untuk menjamin nutrisi anak. Namun, slogan tersebut sudah tidak lagi dikampanyekan oleh pemerintah. Indonesia sudah mengganti empat sehat lima sempurna dengan pedoman gizi seimbang yang penjelasannya lebih detail. Makanan yang dianjurkan dalam pedoman gizi seimbang juga lebih variatif.

Untuk memahami kebutuhan nutrisi anak dan kandungan nutrisi pada makanan, orang tua dapat berkonsultasi ke dokter atau bidan. Selain itu, orang tua dapat mencari informasi di internet dari situs tepercaya dan membaca buku anak atau parenting. Kesadaran orang tua akan makanan sehat adalah kunci pertama anak yang sehat. Berikut sembilan makanan sehat bagi anak:

  1. Sayur-sayuran

Sayuran memang salah satu makanan sehat yang paling dihindari anak. Namun, sudah jelas bahwa sayuran merupakan makanan sehat dengan banyak kandungan nutrisi di dalamnya. Sayuran mengandung banyak serat yang sehat bagi pencernaan anak dan bisa mencegah banyak penyakit, seperti gula darah dan jantung. Mengonsumsi sayuran dengan cukup juga membantu anak untuk memiliki berat badan yang ideal.

  1. Buah-buahan

Untuk buah-buahan, orang tua tidak perlu terlalu pusing memikirkan cara supaya anak mau mengonsumsinya. Di balik jenis dan rasanya yang variatif, buah-buahan mengandung banyak nutrisi, seperti vitamin dan mineral. Warna pada buah juga menentukan nutrisi yang terkandung di dalamnya.

Buah-buahan berwarna hijau lebih banyak mengandung vitamin dan mineral. Ada pula kandungan lain pada buah berwarna hijau, seperti asam alegat yang dapat mencegah kanker dan menormalkan tekanan darah. Sementara itu, buah berwarna merah mengandung banyak antosianin dan likopen yang dapat mencegah infeksi, kanker, penyakit jantung, dan menunjang fungsi mental dan fisik. Selain itu, buah warna biru atau ungu juga mengandung banyak antosianin. Untuk buah berwarna putih, ada banyak kandungan serat dan vitamin C di dalamnya yang baik untuk pencernaan dan daya tahan tubuh.

  1. Kacang-kacangan

Anak-anak baik dikenalkan dengan kacang-kacangan pada usia satu tahun. Ada banyak jenis kacang, seperti kacang kedelai, kacang merah, kacang hijau, kacang almond, kacang mete, dan kacang hitam. Nutrisi yang terkandung dalam setiap jenis kacang pun berbeda-beda.

Kacang kedelai mengandung banyak protein untuk menjaga fungsi organ, pembentukan tulang, dan antibodi. Sementara itu, kacang merah memiliki banyak serat dan kandungan zat besi yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir, daya ingat, dan energi. Untuk kacang hijau, vitamin E mendominasi kandungannya yang baik untuk kesehatan kulit. Selain itu, ada pula kandungan kalsium dan magnesium. Kacang almond mengandung antioksidan yang tinggi. Bukan hanya almond, kacang hitam juga kaya akan antioksidan karena mengandung flavonoid. Protein, serat dan asam lemak omega 3 juga terkandung dalam kacang hitam. Seperti kacang lainnya, kacang mete juga tak kalah manfaatnya karena mengandung protein, lemak tak jenuh, dan serat.

  1. Gandum

Gandum mengandung serat seperti sayuran. Selain itu, ada juga kandungan karbohidrat dalam gandum. Gandum dapat diolah menjadi sereal dan roti gandum supaya anak lebih tertarik mengonsumsinya. Untuk memberi menu yang variatif bagi anak, gandum dapat menjadi pengganti nasi karena karbohidrat yang terkandung merupakan karbohidrat kompleks.

  1. Daging

Tidak hanya digemari oleh banyak orang, daging juga penuh nutrisi ketika dikonsumsi dengan takaran dan diolah dengan baik. Anak sudah dapat mengonsumsi daging sejak berusia satu tahun. Umumnya, danging banyak mengandung protein, lemak, zat besi, vitamin B kompleks, selenium, omega 3, dan seng. Walau daging terdengar sehat dan enak, orang tua perlu ektra hati-hati ketika memberikan daging kepada anak karena anak masih kesulitan untuk mengunyah makanan.

  1. Telur

Telur kaya akan vitamin, seperti vitamin A, B2, B5, B6, B12, D, E, dan K. Selain itu, telur juga mengandung asam folat, selenium, kalsium, seng, dan fosfor.

  1. Ikan

Pernah mendengar orang yang menyarankan anak untuk mengonsumsi banyak ikan supaya menjadi pintar? Hal tersebut benar adanya karena ikan kaya akan protein yang bisa meningkatkan perkembangan otak. Selain itu, ikan juga mengandung lemak, vitamin, dan mineral. Karena kaya akan nutrisi, ikan sangat baik untuk dikonsumsi secara rutin.

Ada banyak makanan sehat yang bisa orang tua berikan kepada anak. Masalahnya adalah apakah anak mau mengonsumsinya atau tidak. Sudah menjadi tugas orang tua untuk mencari cara supaya anak mau mengonsumsi makanan sehat. Salah satu caranya yaitu dengan mengolah makanan tersebut dalam berbagai variasi. Selain itu, makan makanan sehat bukan berarti anak tidak boleh memakan gorengan, junk food, dan makanan sejenisnya. Izinkan anak untuk mengonsumsi makanan yang bukan makanan sehat sekali dua kali untuk menghindari kejenuhan anak. Untuk menciptakan anak sehat, keseimbangan hidup juga diperlukan. Hal ini berlaku dalam perihal makanan.

 

Permasalahan Toilet Training yang Sering Dialami

Salah satu hal penting untuk diajarkan kepada anak, namun banyak permasalahan terjadi dalam praktiknya adalah toilet training. Toilet training diajarkan supaya anak dapat BAK atau BAB di toilet secara mandiri. Toilet training pasti akan diajarkan oleh setiap orang tua kepada anaknya karena anak tidak bisa secara otomatis dapat menggunakan toilet secara mandiri. Anak memerlukan pelatihan dan rutinitas untuk mewujudkannya.

Tidak ada patokan paten kapan anak perlu diajarkan toilet training. Namun, kebanyakan toilet training diajarkan saat anak berusia 1 hingga 2 tahun. Sehingga, pada tahun ketiga, anak sudah dapat BAB dan BAK secara mandiri. Banyak pula orang tua yang mengajarkan toilet training berdasarkan kesiapan mental anak. Memang toilet training memerlukan kesiapan mental supaya anak dapat bekerja sama dengan baik dan toilet training berjalan lancar.

Kenapa Harus Toilet Training?

Toilet training diajarkan karena sangat bermanfaat. Selain membiasakan anak supaya dapat BAB dan BAK di tempat yang semestinya, toilet training juga dapat membantu anak mengerti akan kebutuhan biologis mereka. Selain itu, toilet training berguna untuk melatih kemandirian anak sejak kecil karena tidak selalu bergantung kepada orang tua untuk membantunya BAK dan BAB. Dengan menggunakan toilet, anak juga dapat menjaga kebersihan karena mereka akan sadar bahwa mereka harus membersihkan tempat dan diri dari kotoran setelah BAK maupun BAB. Karenanya, toilet training membantu untuk membentuk anak menjadi healthy kids, impian semua orang tua.

Pengajaran toilet training bisa dimulai dari diskusi pentingnya BAB dan BAK di toilet dan dilanjut pengenalan alat-alat yang ada di toilet. Setelah itu, anak dapat dibantu dalam praktik menggunakan alat-alat tersebut. Selama toilet training, BAB dan BAK di toilet juga harus dijadikan rutinitas supaya menjadi kebiasaan. Lebih banyak praktik juga akan membantu anak lebih cepat menguasai penggunaan toilet. Anak juga akan lebih peka terhadap kebutuhan biologisnya sehingga sadar kapan mereka butuh ke toilet.

Pada praktiknya, toilet training bukanlah hal mudah untuk dilakukan. Banyak masalah yang sering dihadapi oleh orang tua. Terlebih lagi ketika anak tidak mau diajak bekerja sama, seperti malas atau bahkan tidak peduli dengan toilet training. Berikut empat permasalahan toilet training yang sering dialami.

  1. Anak Merasa Takut atau Cemas

Rasa takut atau cemas yang dialami anak ketika toilet training adalah hal yang lumrah. Mereka masih asing untuk berdiam diri di toilet sendiri. Walaupun ditemani orang tua, toilet tetap menjadi hal asing bagi mereka untuk BAK dan BAB. Mereka terbiasa menggunakan kamar mandi hanya untuk mandi. Berbeda dengan BAK dan BAB, mandi bisa menjadi hal yang menyenangkan untuk bermain air dan dapat membuat mereka rileks.

Selain karena masih asing, rasa takut atau cemas juga dapat ditimbulkan karena mereka cemas jika mereka tidak dapat menggunakan toilet dengan baik dan benar. Mereka juga dibayang-bayangi skenario buruk, seperti cedera ketika mereka jongkok atau duduk di atas toilet. Selain itu, pengaruh lingkungan yang percaya bahwa toilet adalah salah satu tempat yang horor juga dapat menjadi faktor anak merasa takut atau cemas.

  1. Toilet Tidak Nyaman

Ukuran toilet kebanyakan disesuaikan dengan ukuran orang dewasa. Untuk fisik anak yang masih kecil, toilet bisa jadi membuat mereka merasa tidak nyaman karena ukuran toilet tidak sesuai dengan tubuh mereka. Bisa jadi jarak antar bak mandi dengan toilet terlalu jauh untuk tangan mereka. Untuk toilet duduk, kemungkinan toilet tersebut terlalu tinggi dan tempat duduk toilet yang tidak sesuai dengan ukuran badan anak.

Hal tersebut cukup mudah untuk ditangani. Orang tua dapat menyediakan alas duduk toilet untuk anak. Alas duduk ini memiliki lubang yang lebih kecil dari toilet dewasa sehingga lebih banyak ruang untuk anak duduk. Ada juga alas duduk yang tersambung dengan tangga mini untuk membantu anak menaiki toilet.

  1. Tidak Bisa Menahan BAB dan BAK

Kontrol anak terhadap keingingan BAK dan BAB tidak sebagus kontrol orang dewasa yang bahkan dapat menahannya. Anak masih sulit untuk mengetahui dan menahan rasa BAK dan BAB. Mereka masih belum terbiasa untuk menunggu hingga sampai di toilet karena mereka terbiasa untuk langsung BAB dan BAK ketika mereka memerlukannya. Bahkan, mereka masih belum mahir dalam menahan BAB dan BAK walaupun mereka sebenarnya ingin menahannya hingga sampai ke toilet. Hal ini yang membuat mereka keburu BAB dan BAK sebelum sampai toilet.

Orang tua dapat mengatasi masalah ini dengan lebih peka terhadap kebutuhan BAB dan BAK anak. Dengan mengamati kebiasaan atau gerak-gerik anak ketika ingin ke toilet, orang tua dapat dengan cepat dan tanggap membantu anak ke toilet sebelum terlambat. Melalui kebiasaan pergi ke toilet, masalah ini juga dapat terselesaikan dengan sendirinya karena anak perlahan akan sadar dan menguasi kontrol diri.

  1. Anak Sulit Diajak Bekerja Sama

Rasa malas dan bahkan tidak peduli dapat menjadi faktor anak sulit untuk diajak bekerja sama. Mereka merasa malas ke toilet karena lebih menyukai aktivitas lain yang sedang mereka lakukan. Bahkan, rasa malas ke toilet juga dialami oleh orang dewasa yang merupakan alasan orang dewasa menahan BAB dan BAK.

Selain itu, anak bisa jadi tidak peduli dengan toilet training karena mereka masih belum sadar akan pentingnya penggunaan toilet. Terlebih lagi, mereka masih suka berada di zona nyaman saat mereka tidak perlu pusing memikirkan BAB dan BAK di toilet. Hal ini menunjukkan anak belum siap mental untuk melakukan toilet training. Kabar baiknya, orang tua dapat mengubahnya dengan memberi banyak paparan tentang pentingnya BAB dan BAK di toilet dan membuat toilet training terdengar menyenangkan.

Walaupun akan ada banyak permasalahan toilet training dalam praktiknya, mau tidak mau orang tua harus mengajarkan toilet training kepada anak. Apalagi, toilet training merupakan salah satu tahap anak untuk menjadi healthy kids, agenda yang sedang banyak dikampanyekan oleh berbagai pihak. Untuk membantu mengatasi masalah yang dihadapi, orang tua dapat mencari referensi di internet, buku parenting, maupun buku anak yang menceritakan kisah toilet training anak.

Mandi Sendiri, Latih Kemandirian Anak

Tidak ada salahnya, lho … kita memberi kesempatan anak mandi sendiri, sekalipun usianya masih di bawah 3 tahun. Mungkin beberapa di antara kita ada yang khawatir, nanti kalau tidak bersih mandinya bagaimana, ya? Tenang saja, memberi kesempatan kepada mereka untuk mandi sendiri bisa melatih kemandirian anak.

Anda bisa mulai mengajarkan anak untuk mandi sendiri sejak usianya 3 tahun. Pada usia itu, anak sudah bisa menciduk air dari bak dan mengguyur tubuhnya, meski mungkin masih tumpah-tumpah. Anak juga sudah bisa memegang sabun sendiri dan menggosoknya ke badan, meski beberapa bagian tubuh belum disabuni dengan sempurna. Namun, ini menjadi modal utama untuk melatih kemandirian anak.

Jika Anda masih ragu memberi kesempatan anak untuk mandi sendiri, berikut ini manfaat yang akan didapat.

1. Mandi sendiri melatih motorik kasar anak dalam proses tumbuh kembangnya.

Ketika anak mandi sendiri, anak akan menggerakkan tangannya untuk mencapai bagian tubuh tertentu. Dia akan mengangkat gayung atau shower untuk mengguyur badannya hingga bersih. Otot-otot tangannya akan bergerak dan semakin kuat, yang pada akhirnya ini berguna dalam proses tumbuh kembangnya.

2. Mandi sendiri meningkatkan rasa percaya diri anak.

Dengan memberinya kesempatan untuk mandi sendiri, anak akan merasa bahwa dia berhasil melakukan banyak hal. Rasa percaya dirinya bertambah, apalagi ketika kita memberinya apresiasi. Tidak perlu khawatir dan jangan dimarahi jika sisa sabun masih belepotan. Standar bersih menurut orang tua dan anak memang berbeda. Jadi, yang bisa kita lakukan adalah membilasnya ulang sebentar dan mengajarinya mandi dengan bersih.

3. Mandi sendiri melatih kemandirian anak.

Memang ketika usia anak sudah sekolah, dia seharusnya sudah bisa mandi sendiri. Namun, tidak ada salahnya melatihnya sejak usia 3 tahun. Dengan terlatihnya anak sejak usia dini, mereka akan terbiasa dan lebih siap ketika sudah waktunya mandi sendiri.

4. Mandi sendiri mengajarkan pentingnya menjaga kesehatan sejak usia dini.

Dengan melatih anak mandi sendiri, otomatis anak akan belajar tentang kebersihan. Bagaimana cara menggosok tubuh dengan benar? Bagaimana cara membilas tubuh hingga sisa-sisa sabun bersih. Pada akhirnya, anak-anak akan belajar menjaga kesehatan karena kebersihan tubuh berkorelasi dengan kesehatan badan.

Baca juga: Tip Mengajarkan Cara Mencuci Tangan yang Benar kepada Anak Usia Dini

Akan tetapi, bagaimana cara membuat kegiatan mandi menjadi lebih menyenangkan? Mungkin beberapa anak ada yang tidak suka aktivitas mandi. Oleh karena itu, orang tua harus membuat kegiatan mandi menjadi aktivitas eksplorasi yang lebih menyenangkan. Misalnya dengan menempatkan sabun dan sampo dalam wadah kemasan yang lucu, membawa mainan kesukaannya, atau mandi sambil menyanyikan lagu favoritnya.

Cara seru lainnya adalah melalui buku cerita tentang mandi sendiri. Salah satu buku seru yang mengajarkan anak mandi sendiri adalah Lala’s Bathtime. Buku ini dilengkapi dengan cut-up card. Anak-anak bisa mengambil beberapa cut-up card peralatan mandi yang ada di dalam buku, lalu beraktivitas pura-pura memandikan tokoh Lala. Selain itu, buku ini juga bisa digunakan untuk tebak-tebakan, “Peralatan mandi mana ya, yang paling tepat untuk digunakan?” Mereka kemudian akan beraktivitas dengan seru, menempatkan cut-up card pada aktivitas yang tepat.

Anak adalah peniru yang ulung. Setelah membaca serta beraktivitas dengan buku ini, mereka pasti akan menirunya dan lebih bersemangat mandi sendiri.

Yuk, beri kesempatan mereka mandi sendiri dan ajari kemandirian anak sejak usia dini.