Mandi Sendiri, Latih Kemandirian Anak

Tidak ada salahnya, lho … kita memberi kesempatan anak mandi sendiri, sekalipun usianya masih di bawah 3 tahun. Mungkin beberapa di antara kita ada yang khawatir, nanti kalau tidak bersih mandinya bagaimana, ya? Tenang saja, memberi kesempatan kepada mereka untuk mandi sendiri bisa melatih kemandirian anak.

Anda bisa mulai mengajarkan anak untuk mandi sendiri sejak usianya 3 tahun. Pada usia itu, anak sudah bisa menciduk air dari bak dan mengguyur tubuhnya, meski mungkin masih tumpah-tumpah. Anak juga sudah bisa memegang sabun sendiri dan menggosoknya ke badan, meski beberapa bagian tubuh belum disabuni dengan sempurna. Namun, ini menjadi modal utama untuk melatih kemandirian anak.

Jika Anda masih ragu memberi kesempatan anak untuk mandi sendiri, berikut ini manfaat yang akan didapat.

1. Mandi sendiri melatih motorik kasar anak dalam proses tumbuh kembangnya.

Ketika anak mandi sendiri, anak akan menggerakkan tangannya untuk mencapai bagian tubuh tertentu. Dia akan mengangkat gayung atau shower untuk mengguyur badannya hingga bersih. Otot-otot tangannya akan bergerak dan semakin kuat, yang pada akhirnya ini berguna dalam proses tumbuh kembangnya.

2. Mandi sendiri meningkatkan rasa percaya diri anak.

Dengan memberinya kesempatan untuk mandi sendiri, anak akan merasa bahwa dia berhasil melakukan banyak hal. Rasa percaya dirinya bertambah, apalagi ketika kita memberinya apresiasi. Tidak perlu khawatir dan jangan dimarahi jika sisa sabun masih belepotan. Standar bersih menurut orang tua dan anak memang berbeda. Jadi, yang bisa kita lakukan adalah membilasnya ulang sebentar dan mengajarinya mandi dengan bersih.

3. Mandi sendiri melatih kemandirian anak.

Memang ketika usia anak sudah sekolah, dia seharusnya sudah bisa mandi sendiri. Namun, tidak ada salahnya melatihnya sejak usia 3 tahun. Dengan terlatihnya anak sejak usia dini, mereka akan terbiasa dan lebih siap ketika sudah waktunya mandi sendiri.

4. Mandi sendiri mengajarkan pentingnya menjaga kesehatan sejak usia dini.

Dengan melatih anak mandi sendiri, otomatis anak akan belajar tentang kebersihan. Bagaimana cara menggosok tubuh dengan benar? Bagaimana cara membilas tubuh hingga sisa-sisa sabun bersih. Pada akhirnya, anak-anak akan belajar menjaga kesehatan karena kebersihan tubuh berkorelasi dengan kesehatan badan.

Baca juga: Tip Mengajarkan Cara Mencuci Tangan yang Benar kepada Anak Usia Dini

Akan tetapi, bagaimana cara membuat kegiatan mandi menjadi lebih menyenangkan? Mungkin beberapa anak ada yang tidak suka aktivitas mandi. Oleh karena itu, orang tua harus membuat kegiatan mandi menjadi aktivitas eksplorasi yang lebih menyenangkan. Misalnya dengan menempatkan sabun dan sampo dalam wadah kemasan yang lucu, membawa mainan kesukaannya, atau mandi sambil menyanyikan lagu favoritnya.

Cara seru lainnya adalah melalui buku cerita tentang mandi sendiri. Salah satu buku seru yang mengajarkan anak mandi sendiri adalah Lala’s Bathtime. Buku ini dilengkapi dengan cut-up card. Anak-anak bisa mengambil beberapa cut-up card peralatan mandi yang ada di dalam buku, lalu beraktivitas pura-pura memandikan tokoh Lala. Selain itu, buku ini juga bisa digunakan untuk tebak-tebakan, “Peralatan mandi mana ya, yang paling tepat untuk digunakan?” Mereka kemudian akan beraktivitas dengan seru, menempatkan cut-up card pada aktivitas yang tepat.

Anak adalah peniru yang ulung. Setelah membaca serta beraktivitas dengan buku ini, mereka pasti akan menirunya dan lebih bersemangat mandi sendiri.

Yuk, beri kesempatan mereka mandi sendiri dan ajari kemandirian anak sejak usia dini.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *